Sabtu, 30 Mei 2015

Kisah Inspiratif dari CEO Tokopedia, William Tanuwijaya



wah, ingat waktu dulu saya harus membuat artikel tentang tokoh inspiratif yang memiliki bisnis lebih dari 5 tahun. karena sudah saking cintanya sama tokopedia.com, aku menulis perusahaan tokopedia.com sebagai bisnis inspirator. eh, ternyata baru sadar kalau tokopedia baru berjalan 3 tahun. namun tidak mengurangi niatku untuk mengubah nama tokopedia.com menjadi bisnis lain yang bisa menginspiratif hidupku.
bagaimana aku tidak memilih tokopedia? coba bayangkan saya, tokopedia.com adalah tempat pertama aku membeli barang yang dimana ada rasa aman dan percaya pada penggunaan yang pertama. aku dapat memonitor barang yang ku pesan berada dimana, barang yang dikirimkan pasti sampai dan terdapat review penerimaan barang.
tapi, dibalik kerenya tokopedia di mata para penggunanya ada perjuangan dari seorang pria, sebut saja bunga (hadeh) yang ingin membangun bisnis yang gratis. (aku aja belum tentu kasih gratisan kok, wkwkwk)
Yups, pria muda itu adalah William Tanuwijaya. bisa dipanggil bapak bisa dipanggil koko, hehehehe
(genit, buk buk buk)

 nah, menurut cerita dari Ko william, yang dulu ingin membangun Tokopedia. Ia butuh modal besar untuk membangun Tokopedia, sepengetahuannya banyak perusahaan teknologi besar bisa didirikan oleh anak-anak kuliah yang tidak memiliki modal besar. Jadi pertanyaan utamanya saat itu adalah, “Mengapa Google dan Facebook yang saya pakai sehari-hari itu gratis? Dari mana uangnya?” Dari sana Ia belajar tentang adanya pendanaan untuk startup company di negara-negara maju. Semua perusahaan besar yang dikaguminya tersebut mulai dari ide kecil, kerja keras yang didukung oleh pendanaan secara bertahap oleh pemodal ventura. Terinspirasi dari hal tersebut mulailah Ko William mencari pemodalan.

"Saya tidak kenal pemodal ventura manapun, jadi saya datang ke satu-satunya orang berduit yang saya kenal. Saya datang ke bos tempat saya bekerja, dan menceritakan ide Tokopedia, tentang Indonesia adalah negara kepulauan, dimana seringkali pembeli dan penjual yang tidak pernah bertemu satu-sama-lain. Di sinilah terjadi banyak celah penipuan online, sedangkan para penjual dan pembeli online butuh untuk bisa saling percaya. Saya juga menceritakan tentang banyaknya individu dan pemilik bisnis yang ingin berbisnis online namun punya keterbatasan dana, akses ke teknologi, mitra perbankan dan logistik, bahkan akses ke pasar, dan bagaimana marketplace mampu memecahkan masalah-masalah tersebut. " katanya

Bos saya berbaik hati memperkenalkan saya ke beberapa teman-temannya, pebisnis yang sudah banyak mengecap asam dan garam dalam dunia bisnis, para investor. Selama dua tahun, saya mencoba menyakinkan para investor untuk memberikan pemodalan awal, dan saya dapati bahwa membangun kepercayaan tersebut sangatlah sulit. Bombardir pertanyaan datang dari para investor, rata-rata hanya tentang masa lalu saya, “Dari keluarga mana?” “Kuliah dimana?”, “Pernah bisnis apa sebelumnya?”

Nah, dari sini terkadang kita sering give-up dan merasa bisnisku tidak mungkin bisa berjalan tanpa adanya dana. orangtuaku bukan orang kaya, orang kaya saja yang bisa membangun bisnis.
dengan adanya semangat, kita bisa membangun ide yang sesuai dengan passion kita. memang untukawal tidak mungkin semanis yang dibayangkan, pasti ada penolakan dan ada pertanyaan-pertanyaan yang tujuannya tidak ingin membantu.

Bagi ko william bisnis model paling indah di dunia adalah Tokopedia. karena Tokopedia hanya bisa sukses ketika tokopedia berhasil membantu para pengguna kami menjadi lebih sukses. Itulah alasan mengapa kami terus mempertahankan konsep Tokopedia sebagai marketplace gratis, agar visi Tokopedia untuk “Membangun Indonesia lebih baik lewat internet” dapat lebih cepat tercapai. Dengan memberikan layanan dasar secara gratis, tidak ada barrier of entry untuk siapa saja yang ingin mencoba mengubah hidup mereka menjadi lebih baik lewat internet.

apa yang sering kita pikirkan dalam membangun bisnis?
cuan cuan cuan dan cuan
terkadang, apa yang kita buat yang bukan beraasal dari keinginan dan keuntungan pribadi bisa menjadi keuntungan bagi kita.
misal seperti tokopedia.com sebelum ko William berbicara tentang "mengapa tokopedia gratis" saya sudah berpikir, dapat uang darimana ini perusahaan?
pasti gaji karyawannya sedikit. sampai dunia maya digoncangkan oleh pendanaan dari Softbank dan Sequoia Capital hingga 1,2 trilliun yang merupakan sejarah pendanaan terbesar di Indonesia.

saya juga peru banyak belajar dari orang yang memang lebih punya pengalaman yang banyak. maka dari itu kita sama-sama belajar untuk mengubah mengubah mainset kita untuk tidak perlu mendirikan perusahan yang besar yang memperkerjakan banyak orang.
apabila kita dengan melakukan sosialentrepreneur atau softselling dapat memberikan dampak yang besar bagi orang sekitar dan diri kita sendiri mengapa tidak?



sumber:
https://blog.tokopedia.com/2015/05/mengapa-tokopedia-gratis/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar