Selasa, 12 Mei 2015

Resensi Buku Sejarah Muhammad - Biografi Sang Nabi (Muhammad a Biography of the Prophet) Part 3

PERHATIAN!!!
Untuk menghindari kesalahpahaman, mohon baca hingga selesai baru berkomentar.
terima kasih :)


Judul :Buku Sejarah Muhammad - Biografi Sang Nabi (Muhammad a Biography of the Prophet)
Penulis : Karen Armstrong
Penerbit : Pustaka Horizona
Tahun terbit : 1, 2001
Tebal : 457 halaman

Baca Sebelunya...
Resensi Buku Sejarah Muhammad - Biografi Sang Nabi (Muhammad a Biography of the Prophet) Part 2

Apabila kita memandang Muhammad sebagai sebirang tokoh sejarah yang penting dan jenius, kita tentu akan menganggap bahwa Muhammad adalah salah satu jenius yang membuat karya sastra besar, membangun agama besar, dan kekuatan dunia bari, bukan seuah prestasi sederhana.
Muhammad sering berada dalam bahaya yang mematikan dan merupakan mukjizat bahwa dia dapat selamat. Menjelang akhir hidupnya, Dia telah berhasil ,emhikis akar siklus kekerasan kronis kesukuan yang menyengsarakan wilayah itu, juga menumpas penyembahan berhala.
Zaman Jahiliyah merupakan suatu periode yang dimana kondisi Arabia sebelum kedatangannya Islam. Arab merupakan wilayah terkaya di dunia dan penghasil minyak.
Muhammad telah bergulat berupaya untuk mengembalikan sejarah Islam ke jalur yang benar agar umat efektif dan kuat. Revolusi Iran bukan hanya kepulangan atavistis ke masa lalu, tetapi merupakan usaha memberlakukan kembali nilai-nilai kebaikan di Iran. Cita-cita negara Islam di Pakistan dan Iran membangkitkan harapan yang dalam yang terasa asing bagi orang Barat, yang telah mengembangkan cita-cita pemerintah sekular, tetapi keduanya mewakili imperatif agama dan budaya yang dalam dan peluang untuk menjadikan Islam bekerja secara efektif. Sejarah mencatat betapa problematikanya usaha untuk mewujudkan Firman Tuhan di abad 20. Sementara di masa lalu umat Islam dapat bangkit lagi setelah mengalami berbagai bencana dan krisis (wafatnya Muhammad, penghancuran oleh Mongol dan sebagainya). Sebuah kesulitan besar, keputusasaan dan kepanikan telah memasuki agama Islam.
Muhammad secara simbolis dipandang sebagai Manusia sempurna, arketipe manusia dan citra penerimaan sempurna Tuhan. Sebagaimana umat Kristen mengembangkan praktik meniru Kristus, umat Islam berusaha meniru Muhammad dalam kehidupan sehari-hari mereka untik dapat mendekati kesempurnaan yang berarti juga mendekati Tuhan.
Hadits terkenal menyebutkan tahap-tahap yang dilalui oleh orang untuk mencapai kehadiran batin: orang harus memulai dengan menjalankan perintah wajib dan kemudian menidaklanjutidengan amalan-amalan sunah:
“hambaKu mendekatiKu dengan mengerjakan perintah-perintah wajib yang telah Aku tetapkan untuknya. Dan hambaKu terus mendekatiku lagi dengan mengerjakan amalan-amalan sunah sampai aku mencintainya: dan ketika aku mencintai dia, Aku menjadi telinga yang dengannya dia mendengar, menjadi mata yang dengannya dia melihat, dan menjadi tangan yang dengannya dia memegang, dan menjadi kaki yang dengannya berjalan”
Tindakan lahiriah, seperti unsur-unsur fisik dalam sakramen Kristen, merupakan tanda luar dari keagungan batin dan harus dipatuhi dan dijaga dengan penuh hormat. Kepatuhan ini berarti bahwa umat Islam di seluruh dunua mempunyai gaya hidup khas dan apapun perbedaan mereka lainnya telah memperoleh identitas Muslim yang sangat jelas yang menyatukan mereka. Umat Islam menghormati Muhammad dengan cara simbolis ini tidak akan tertarik untuk mencari Muhammad historis.

baca selanjutnya...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar