Selasa, 12 Mei 2015

Resensi Buku Sejarah Muhammad - Biografi Sang Nabi (Muhammad a Biography of the Prophet) Part 4

PERHATIAN!!!
Untuk menghindari kesalahpahaman, mohon baca hingga selesai baru berkomentar.
terima kasih :)


Judul :Buku Sejarah Muhammad - Biografi Sang Nabi (Muhammad a Biography of the Prophet)
Penulis : Karen Armstrong
Penerbit : Pustaka Horizona
Tahun terbit : 1, 2001
Tebal : 457 halaman

Islam cukup kompleks, lahir dari kesakitan besar dan usaha melindungi kebutuhan umat Islam untuk merebut nasib ke tangan sendiri dengan cara-cara yang Islami. Sebagian bentuk baru dari Islam radikal yang tampaknya tidak sehat, tetapi penuh perasaan tidak aman dan kekecewaan yang dulu mendorong martir kordoba untuk melakukan bunuh diri, yang dipicu oleh kebutuhan dan ketakutan yang sama. Cendekiawan Islam Wilfred Cantwell Smith menulis bahwa islam yang sehat dan fungsional sangat penting karena ia telah membantu umat Islam untu memupuk nilai-nilai dan cita-cita luhur yang juga dimiliki orang Barat karena nilai-nilai itu tumbuh dari tradisi yang sama. Sejak krisis Seuz, Barat mengasingkan orang Timur Tengah makin jauh dan mendiskreditkan sekularisme liberal yang dengan penuh semangat ingin disebarkannya. 
Orang barat tidak memahami Islam, penilaian kita tentang agama itu sangat kasar dan dismisif. Kita sendiri mengingkari komiten kita sendiri pada toleransi dan kasih sayang dengan penghinaan kita terhadap kesakitan dan kesedihan di dunia Islam. Agama Islam tidak akan lenyap atau layu, agama ini akan lebih baik jika sehat dan kuat. Untuk membangun islam yang sehat dan kuat, tidak terlalu terlambat untuk membangunnya.
Ketidakmampuan orang Barat menyadari bahwa mereka tidak tinggal di planet yang sama bersama orang-orang yang lebih rendah tetapi setara. Masalah yang kita nisbatkan pada Islam sama seperti maslah yang kita muculkan ketika peradaban barat baik secara intelektual maupun sosial, politik atau ekonomi dan gereja Kristen secara teologi, belajar untuk memperlaukan orang lain dengan rasa hormat.
Kenyataannya bahwa Islam dan Barat memiliki tradisi yang sama sejak jaman Muhammad, umat Islam telah mengakui bahwa Barat tidak dapat menerimanya. Sebagian orang Islam muai menentang budaya Ahli Kitab, yang merendahkan dan menghina mereka, bahkan mengislamisasikan kebencian mereka. Jika Islam perlu memahami tradisi dan institusi Barat dengan lebih mendalam, barat pun harus membuang prasangka buruknya.

1 komentar: